Dalam Al Qur’an, Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit, bintang, matahari, bulan, dan lain-lain:
"Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya." (QS. 25. Al Furqaan : 61)
Ada jutaan orang yang
mengatur Lalu Lintas jalan raya, laut, dan udara. Mercusuar sebagai
penunjuk arah di bangun, demikian pula lampu merah dan radar. Menara
kontrol bandara mengatur lalu lintas laut dan udara. Sementara tiap
kendaraan ada pengemudinya. Bahkan untuk pesawat terbang ada Pilot dan
Co-pilot, sementara di kapal laut ada Kapten, juru mudi, dan
lain-lain. Toh, ribuan kecelakaan selalu terjadi di darat, laut, dan
udara. Meski ada yang mengatur, tetap terjadi kecelakaan lalu lintas.
Sebaliknya, bumi, matahari, bulan, bintang, dan lain-lain selalu beredar selama milyaran tahun lebih (umur bumi diperkirakan
sekitar 4,5 milyar tahun) tanpa ada tabrakan. Selama milyaran tahun,
tidak pernah bumi menabrak bulan, atau bulan menabrak matahari.
Padahal tidak ada rambu-rambu jalan, polisi, atau pun pilot yang
mengendarai. Tanpa ada Tuhan yang Maha Mengatur, tidak
mungkin semua itu terjadi. Semua itu terjadi karena adanya Tuhan
yang Maha Pengatur. Allah yang telah menetapkan tempat-tempat
perjalanan (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. Jika kita
sungguh-sungguh memikirkan hal ini, tentu kita yakin bahwa Tuhan itu
ada.
"Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak . Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui" (QS.10. Yunus : 5 )
Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. (QS. 36. Yaasiin 40)
*Sungguhnya orang-orang yang memikirkan alam, insya Allah akan yakin bahwa Tuhan itu ada:..
Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu. (QS.13. Ar Ra'd : 2)
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. 3. Ali 'Imran : 191)
Terhadap manusia-manusia
yang sombong dan tidak mengakui adanya Tuhan dan membangkang tidak
mengikuti petunjuk-Nya, Allah menanyakan kepada mereka tentang makhluk
ciptaannya. Manusiakah yang menciptakan, atau Tuhan yang Maha
Pencipta: ..
“Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah (Air mani/yang menyebabkan terjadinya pembuahan/persalinan) yang kamu pancarkan. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?” (QS. 56 Al Waaqi’ah : 58-59)
“Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?” (QS. 56 Al Waaqi’ah : 63-64)
“Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?” (QS. 56 Al Waaqi’ah : 72)
Di
ayat lain, bahkan Allah menantang pihak lain untuk menciptakan lalat
jika mereka mampu. Manusia mungkin bisa membuat robot dari
bahan-bahan yang sudah diciptakan oleh Allah. Tapi untuk menciptakan
seekor lalat dari tiada menjadi ada serta makhluk yang bisa
bereproduksi (beranak/berkembangbiak), tak ada satu pun yang bisa
menciptakannya kecuali Allah:
Sesungguhnya, masih
banyak ayat-ayat Al Qur’an lainnya yang menjelaskan bahwa
sesungguhnya, Tuhan itu ada, dan Dia lah yang Maha Pencipta..
"....Sesungguhnya
segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat
menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya.
Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat
merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan
amat lemah (pulalah) yang disembah. (QS. 22. Al Hajj 73)
------------------------------------------------
Ya Allah... hanya kepada-Mu lah kami mengabdi dan kepada-Mu lah kami berserah diri .....
وَإِذا
سَمِعوا ما أُنزِلَ إِلَى الرَّسولِ تَرىٰ أَعيُنَهُم تَفيضُ مِنَ
الدَّمعِ مِمّا عَرَفوا مِنَ الحَقِّ ۖ يَقولونَ رَبَّنا ءامَنّا
فَاكتُبنا مَعَ الشّٰهِدينَ
Dan apabila mereka
mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat
mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang
telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya
berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami
bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan
kenabian Muhammad s.a.w.). (QS.5. Al Maa'idah 83 )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar